Hari ini kita merayakan keragaman jajan di luar rumah lebih kosmopolitan. Berbagai komoditi pangan dunia bisa didatangkan dan dibudidayakan dengan mudah. Varian makanan begitu beragam dari selera personal, kelas sosial, budaya dan daerah membentuk keunikan yang khas. Hingga saatnya media elektronik secara masif memberitakan dengan mengupasnya, dari ragam masakan tradisional hingga yang kontemporer, yang kita hanya bisa menduga antara wujud dan rasa bisa bertolak belakang, dengan bantuan teknologi tertentu, ataupun sekedar jalan-jalan menyusuri tempat wisata dan menemukan jajanan yang “heboh” dengan presenter yang selalu mengucap kata kunci sebagai trademarknya.

Dan hari ini pula media sosial begitu penting untuk sebuah presentasi hidangan makanan yang tersaji, maka semboyan “aku makan di sini maka aku ada” dengan foto dan judul yang provokatif menjadi hal yang jamak. Mungkin inilah momentum bersekutunya teknologi dengan lidah, mata dan identitas diri.

Jajan Jogja hadir untuk menemani Anda duduk, bercengkrama, beruluk salam dan mengapresiasi makanan tradisi yang tidak hanya lewat indra lidah, mata dan penciuman. Jauh ke depan Jajan Jogja ingin berbagi informasi tentang hal yang tersirat dari yang tersurat.  Mengalami sebagai anak bangsa  setiap jerih payah para penjaga api tradisi, yang terhidang dan dinikmati menjadi sebuah kebanggaan dan gaya hidup, bukan sekedar terjebak masa lalu atau tak bisa move on. Ini adalah lidah yang hidup dengan nasi dan garam, yang dihasilkan dari tanah negeri tercinta. Ini adalah mata yang tertambat pada hijau sayur dan merah cabai yang dibudidayakan dengan berkalang tanah.  Ini adalah kecerdasan indra penciuman yang mampu memilah mana bau ayam goreng dan  empal srundeng.

Jajan Jogja, Jajanpedianya Jogja. Sebagai langkah awal, Jajan Jogja akan menyapa Anda lewat media sosial twitter, facebook dan instagram. Selanjutnya akan disusul dengan berbagai kanal media seperti website dan aplikasi mobile, yang keseluruhannya akan dirangkai menjadi sebuah medium/platform yang mengangkat Jajanan Otentik Jogja.