Otentik Jogja > Soto > Soto Pak Marto

Soto Pak Marto

Ekspansi soto dari pinggir kali

Entah kenapa di beberapa bagian kota Jogja yang namanya girli utowo pinggir kali tersebut beberapa tempat makan yang menawarkan kelezatan puluhan tahun, seakan mencoba membalik anggapan bahwa pinggir kali sebagai hal yang mengesankan negatif, kotor, jorok maupun preman. Soto pak Marto kebetulan memang berada di pinggir kali Winongo, tempat awal dia membuka warung soto setelah cukup lama ider berkeliling di seputaran kraton tahun 1960an.

Soto pak Marto yang buka mulai jam 05.30 ini biasanya buat jujugan sarapan maupun makan siang karena waktu buka warung relatif panjang hingga jam 16.00. untuk sarapan biasanya menu masih utuh dengan aneka jeroan sebagai andalan : babat, iso, lidah, ginjal, jantung dengan harga yang sama dengan sotonya, Rp. 9.000,- . namun yang paling cepat tandas adalah lidah sapinya, karena memang stok sangat terbatas. Nah jika beruntung mas dan mba bisa memesan soto bersanding lidah, dijamin menjadi sarapan yang harmonis.

Semangkok soto pak Marto berkuah sedikit keruh dengan irisan tomat dan daging cukup mencuri mata sesaat setelah terhidang. Aromanya khas kuah soto sapi, kuah yang dimasak menggunakan berbagai tulang dan ekor ini menularkan rasa gurih yang sedap. Kaldunya terasa lembut gurih, jika ingin diimbuhkan kecap manis tersedia kecap cap Ayam, yang spesial dibuat hanya untuk soto pak Marto atau imbuhkan sedikit jeruk untuk sedikit mengurangi rasa gurih dan memperkaya rasa kuahnya.

Dalam warung berkapasitas 60an orang ini dengan bangku-bangku panjang, di setiap meja akan disediakan beberapa lauk tambahan agar pelanggan makin banyak pilihan, aneka gorengan dan kerupuk peyek. Setiap hari soto Pak Marto bisa menghabiskan 10-15 kg daging sapi dan 25 kg jeroan, itu bisa bertambah saat liburan maupun lebaran.

Regenerasi soto pak Marto kini memasuki tahap baru, selain induk warung yang berada di jl. S Parman, timur jembatan sungai Winongo dengan 14 karyawan, anak-anak pak Marto dan cucunya masing-masing berpencar untuk menyebarkan kelezatan soto dengan membuka 9 cabang warung soto di seputaran Jogja. Masing-masing tempat memang membawa rejekinya sendiri, namun hal yang patut diacungi jempol mereka tiap bulan berkumpul untuk melaporkan pembukuan keuangan.

Dendang lagu Jogjakarta diminta oleh salah satu pelanggan pagi itu mengiringi suapan soto terbuai kenangan. Jika mas mba ingin menikmati soto pak Marto berteman dendang dari pemusik yang mangkal, yang membawakan lagu hits saat ini maupun kenangan, datanglah mulai jam 9 pagi, dijamin sarapan pagi soto benar-benar mampu menggugah semangat beriring dendang membuncah.

 

Comments