Otentik Jogja > Soto > Soto Bu Cip

Soto Bu Cip

Soto Habis

Papan “soto habis” seringkali menghiasi dinding warung soto bu Cip yang terletak di jalan S Parman 58 Jogja, atau sebelah barat dari soto pak Marto. Bu Cip yang masih adik dari istri pak marto ini memang belajar mengolah resep soto dari soto pak Marto karena memang dulu sempat ngenger membantu di soto pak Marto. Awalnya membuka warung nasi rames dengan menyediakan soto sebagai pilihan, namun lama kelamaan sotonya yang mendapat apresiasi dari warga sekitar hingga akhirnya memutuskan jualan soto di tahun 1980.

Meski kini bu Cip telah berpulang, warungnya masih dikelola dengan baik oleh para pegawai yang loyal. Memulai masak mulai pukul dua dini hari dengan membuat kuah hanya dengan godogan buntut sebagai sumber kaldunya ini akan mulai buka jam 06.00 pagi. Warung dengan kapasitas 20-25 orang ini cukup sempit jika tiba-tiba mas dan mba berbarengan datang. Mau tak mau mesti saling berbagi tempat untuk berbagi kelezatan.

Meja utama berbentuk U adalah poros dari berkumpulnya teman makan soto. Ada perkedel, bakwan, tahu isi dan tempe tepung. Sotonya sendiri berkuah bening segar, berhias daging sapi dengan irisan lebar-lebar dan irisan kubis. Jika dalam semangkok soto kiranya tak cukup kenyang, mas mba selain bisa mengudap aneka gorengan juga bisa memesan empal maupun jeroannya. Dan jangan lupa teh panas dengan gula batu untuk menuntaskan hajat sarapan dengan keringat kepuasan.

Warung berwarna kuning itu bernaung di bawah pohon waru, bebrapa pelanggan ada yang menyebutnya soto sor waru, karena biasa nama disematkan suka-suka oleh pelanggan. Warung yang biasa tandas habis jam duabelasan siang ini kadang tutup tanpa permisi, ini karena prinsip memasak yang kolegial atau kolektif, sehingga jika salah satu yang masak punya perlu untuk libur maka mau tidak mau yang lain akan meliburkan diri. Jadi jika mas mba suatu saat sudah sampai lokasi dengan berpayah menembus lalu lintas padat  ternyata mendapatinya tutup, harap maklum.

Hal yang asik di soto bu Cip jika mas dan mba bisa makan soto di bawah naungan pohon waru yang terletak di luar warung. Tempat favorit pelanggan ini mesti berebut untung-untungan karena hanya terdiri dari dua bangku berhadap hadapan ditengahi meja panjang. Selain menyuguhkan udara pagi yang segar, lalu lalang jalan yang tak terlalu ramai masih bisa dinikmati sambil menyuap soto atau menyruput teh panasnya yang nasgitel.

Sering tandasnya soto bu Cip sebelum tutupnya warung yang dipublikasikan dari 06.00-14.00 ini juga terkait tak menyediakan stok bahan yang melimpah, orang Jawa bilang sak madyo, secukupnya. Dengan bandrol soto, empal dan iso seharga Rp. 9.000,- dan teh seharga Rp. 2.000,- ini kiranya cukupan bagi para karyawan yang mengolah daging 10 kg setiap hari ini memang mencukupi untuk saling berbagi rejeki dari kelezatan soto bu Cip ini.

 

Comments